Selasa, 30 Desember 2014

Yoni Situs Gayamsari Doplang Ambarawa

Yoni Situs Gayamsari Doplang Ambarawa
     Jangan pernah memberikan informasi keberadaan watu situs  padaku jika tak ingin kupaksa ‘guide’ mendadak!... Hahaha… tanyakan saja kisah nyata ini ke Muhammad Imam Wicaksono…..

Kamis, 18 Desember 2014.
 Terimakasih pada 'Ndan Imam yang memberikan informasi tentang keberadaan yoni di situs Gayamsari Doplang Bawen. Dari obrolan singkat di perpustakaan, komandan imam menceritakan mengenai keberadaan sebuah situs yang dulu pernah ia datangi. Tanpa pikir panjang langsung saja kupaksa untuk menjadi ‘guide’… saat itu juga. Kebetulan hujan baru saja reda beberapa saat yang lalu.
Masih memakai seragam kerja, bahkan juga tetap pakai sepatu pantovel (saat kutawari ganti sandal ga mau), jadilah meluncur ke TKP.
Jalur menuju situs Gayamsari Doplang : dari Perpustakaan Ambarawa – depan Pasar Projo belok kiri. 500m dari gang, ada batu “Ngorok”, mitos yang berkembang di masyarakat di kala tertentu batu ini terdengar seperti orang mendengkur (bahasa jawa : ngorok).
watu ngorok
 Saat ku ambil gambar ada relief pahatan orang dengan posisi tertidur. Namun yang bikin mengkerut kening saya ada pula pahatan motif tengkorak (modern). Setelah berkerut tertawa sendiri…. (end)--
Dari batu ngorok, terus ikuti jalan (yang menuju ke Desa Samban/Blater), Kurang lebih 1km kemudian, ketemu dengan masjid 
50m dari masjid ini, sebelah kiri ada rumah terakhir sebelum tanjakan. Parkir saja motor sobat didepan rumah itu, (jangan lupa kalau ada orang bilang nitip motor, bilang aja mo ke makam). Setelah itu ketemu dengan jalan undakan tangga
jalan masuk situs doplang
Sebelum masuk, saya sarankan uluk salam…., lalu nampaklah yoni itu…
Yoni Situs Dolang Bawen
Situs Gayamsari Doplang Bawen sudah terdaftar di Dinas Pariwisata, dengan adanya papan peringatan / larangan UU No 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.

Kondisi Yoni Situs Doplang ini ‘rompal’ bagian depan dan hampir 80% ditumbuhi lumut.
Yoni Situs Doplang Bawen
   Penyebabnya tentu saja belum ada peneduh, mungkin tidak dibangun atap sekedar pelindung dari panas dan hujan untuk yoni ini, karena ada kesepakatan warga yang tertulis

      Tidak diperkenankan membangun cungkup diareal makam ini : Point C nomor 1.
Selain keberadaan Yoni, ada pula beberapa batuan candi yang dibuat untuk penanda makam.
 Yang memperkuat bukti, area makam ini dulunya ada sebuah bangunan peribadatan.     Tanpa bermaksud subyektif : Mungkin saja, seperti yang sudah - sudah. Beberapa kemungkinan menurut saya pribadi. Dibuatnya makam sebenarnya memang bertujuan untuk memberikan efek takut mengunjungi daerah ini. Ada dua kemungkinan lagi bila memang maksudnya demikian. Pertama : agar bangunan candi itu tidak dirusak oleh sebuah peradaban baru.
Yang kedua : memang dialihfungsikan, karena kesakralan tempat ini sehingga jarang orang yang mau bertempat tinggal. Jadilah dialihfungsikan menjadi makam. Yang ketiga : Mengaburkan sejarah asal fungsi bangunan (dulu sebelum ada makam) peribadatan.
Close Up Situs Doplang Bawen :

Ukuran :
  • Panjang : 86 cm
  • Lebar   : 86 cm
  • Tinggi : 90 cm


Yoni Gayamsari Doplang
Ini gaya blusukane "Ndan Imam : Ojo Kapok yo ndan....





SAVE THIS
NOT Only a STONE!!!

Yoni Situs Gayamsari Doplang

Salam Pencinta Candi....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar